Selasa, 06 Mei 2014

PROFESIONALISME KERJA

0


Pengertian profesi


Profesi sering kita artikan dengan “pekerjaan” atau “job” kita sehari-hari. Tetapi dalam kata profession yang berasal dari perbendaharaan Angglo Saxon tidak hanya terkandung pengertian “pekerjaan” saja. Profesi mengharuskan tidak hanya pengetahuan dan keahlian khusus melalui persiapan dan latihan, tetapi dalam arti “profession” terpaku juga suatu “panggilan”. Adapun pengertian profesi itu sendiri adalah pekerjaan tetap seseorang dalam bidang tertentu berdasarkan keahlian khusus yang dilakukan secara bertanggung jawab dengan tujuan memperoleh penghasilan.

Dengan begitu, maka arti “profession” mengandung dua unsur. Pertama unsur keahlian dan kedua unsur panggilan. Sehingga seorang “profesional” harus memadukan dalam diri pribadinya kecakapan teknik yang diperlukan untuk menjalankan pekerjaannya, dan juga kematangan etik. Penguasaan teknik saja tidak membuat seseorang menjadi “profesional”. Kedua-duanya harus menyatu.

Secara spesifik Profesi dapat dibagi menjadi beberapa bagian, yaitu

1. Menurut kemampuannya (fisik dan intelektual)

2. Kelangsungan (sementara atau terus menerus)

3. Ruang lingkupnya (umum dan khusus),

4. Tujuannya yaitu memperoleh pendapatan atau tidak memperoleh pendapatan

Nilai moral suatu profesi menurut Frans Magnis Suseno, 1975 :

1. Berani berbuat untuk tuntutan Profesi

2. Menyadari kewajiban yang harus dipenuhi

3. Idealisme sebagai perwujudan makna misi organisasi profesi




Pengertian profesional


Pengertian profesional yaitu Pekerja yang menjalankan profesi. Setiap profesional berpegang pada nilai moral yang mengarahkan dan mendasari nilai luhur. Dalam melakukan tugasnya profesional haruslah objektif, dengan kata lain bebas dari rasa malu, sentimen, benci, sikap malas, dan enggan bertindak.

Yang dimaksud kelompok profesional yaitu suatu kelompok yang berkemahiran yang diperoleh melaui proses pendidikan dan pelatihan yang berkualitas dan berstandart tinggi yang dalam menerapkan semua keahlian dan kemahirannya yang tinggi itu hanya dapat dikontrol dan dinilai oleh rekan sesama profesi itu sendiri.

Seorang profesional memiliki tiga watak, yaitu antaranya :

1. Pekerjaan yang dilakukan seorang profesional itu semata mata untuk merealisasikan kebajikan demi tegaknya kehormatan profesi yang digeluti.
2. Seorang profesional menjalankan pekerjaannya harus dilandasi oleh kemahiran teknis yang berkualitas tinggi.
3. Kerja seorang profesional diukur dengan kualitas teknis dan kualitas moral dan harus menundukkan diri pada sebuah kode etik yang dikembangkan dan disepakati.



Pengertian profesionalisme


Profesionalisme merupakan suatu paham, tingkah laku, tujuan atau suatu rangkaian kualitas yang menandai atau melukiskan coraknya suatu “profesi” yang dilakukan dalam kegiatan-kegiatan kerja tertentu dalam masyarakat, berbekalkan keahlian yang tinggi dan berdasarkan rasa keterpanggilan serta ikrar untuk menerima panggilan tersebut suatu. Profesionalisme mengandung pula pengertian menjalankan suatu profesi untuk keuntungan atau sebagai sumber penghidupan.

Dalam perkembangannya perlu diingat, bahwa profesionalisme mengandung dua unsur, yaitu unsur keahlian dan unsur panggilan, unsur kecakapan teknik dan kematangan etik, unsur akal dan unsur moral. Dan kedua-duanya itulah merupakan kebulatan unsur kepemimpinan. Dengan demikian, jika berbicara Tentang profesionalisme tidak dapat kita lepaskan dari masalah kepemimpinan dalam arti yang luas.

Seseorang yang memiliki jiwa profesionalisme senantiasa mendorong dirinya untuk mewujudkan kerja-kerja yang profesional. Kualiti profesionalisme didokong oleh ciri-ciri sebagai berikut:

1. Keinginan untuk selalu menampilkan perilaku yang mendekati piawai ideal.
Seseorang yang memiliki profesionalisme tinggi akan selalu berusaha mewujudkan dirinya sesuai dengan piawai yang telah ditetapkan. Ia akan mengidentifikasi dirinya kepada sesorang yang dipandang memiliki piawaian tersebut. Yang dimaksud dengan “piawai ideal” ialah suatu perangkat perilaku yang dipandang paling sempurna dan dijadikan sebagai rujukan.
2. Meningkatkan dan memelihara imej profesion
Profesionalisme yang tinggi ditunjukkan oleh besarnya keinginan untuk selalu meningkatkan dan memelihara imej profesion melalui perwujudan perilaku profesional. Perwujudannya dilakukan melalui berbagai-bagai cara misalnya penampilan, cara percakapan, penggunaan bahasa, sikap tubuh badan, sikap hidup harian, hubungan dengan individu lainnya.
3. Keinginan untuk sentiasa mengejar kesempatan pengembangan profesional yang dapat meningkatkan dan meperbaiki kualiti pengetahuan dan keterampiannya.
4. Mengejar kualiti dan cita-cita dalam profesion
Profesionalisme ditandai dengan kualiti darjat rasa bangga akan profesion yang dipegangnya. Dalam hal ini diharapkan agar seseorang itu memiliki rasa bangga dan percaya diri ak

Ada pula empat perspektif dalam mengukur profesionalisme menurut gilley dan enggland :

1. Pendekatan berorientasi filosofis pendekatan lambang profesional, pendekatan sikap individu dan electric

2. Pendekatan perkembangan bertahap individu (dengan minat bersama) berkumpul, kemudian mengidentifikasikan dan mengadopsi ilmu, untuk membentuk organisasi profesi, dan membuat kesepakatan persyaratan profesi, serta menentukan kode etik untuk merevisi persayaratan.

3. Pendekatan berorientasi karakteristik etika sebagai aturan langkah- langkah, pengetahuan yang terorganisasi, keahlian dan kompentensi khusus, tinggkat pendidikan minimal, sertifikasi keahlian.

4. Pendekatan berorientasi non-tradisional mampu melihat dan merumuskan karakteristik unik dan kebutuhan sebuah profesi.

Adapun syarat profesionalisme yaitu :

a. dasar ilmu yang dimiliki kuat dalam bidangnya

b. penguasaan kiat-kiat profesi berdasarkan riset dan praktis

c. pengembangan kemampuan profesional yang berkesinambungan

Hal- hal yang menyebabkan rendahnya profesionalisme diantaranya:

a. tidak menekuni profesi tersebut

b. belum adanya konsep yang jelas terhadap etika profesi tersebut

c. belum adanya organisasi yang menangani para profesional dalam bidang tersebut

Dalam hal ini seorang yang profesional, dapat dikatakan profesional apabila memiliki sertifikat keprofesionalannya, berikut contoh sertifikat tersebut :

a. setifikasi microsoftword ( MCP” microsoft certified professional”)

b. sertifikasi oracle( OCA, OCP, OCM )

c. sertifikasi CISCO ( CCNA, CCNP, CCIE )



Sumber :





Lorem Ipsum